Efek Matilda mengacu kepada penghapusan kontribusi perempuan (dan orang-orang minoritas gender lainnya) secara historis dalam sains, pengetahuan, akademik, maupun sosiopolitik, serta penekanan pada narasi faktual namun negatif seputar pencapaian mereka, ditemukan secara sistematis dalam penulisan sejarah global.
Misalnya, Ratu Ranavalona I dari Madagaskar yang secara keras menolak masuknya kolonialisme Eropa, diceritakan sebagai ratu kejam yang haus darah. Kisah hidup Ratu Elizabeth I dari Inggris yang sukses dalam ranah peperangan, administrasi keuangan, dan perlindungan pendidikan dan seni/budaya banyak malah menekankan “obsesi”-nya dalam menggunakan makeup yang beracun. Rosalind Franklin, penemu DNA, tidak banyak ditekankan perannya sampai baru-baru ini, malah karakternya "dingin dan tanpa humor" yang banyak dibahas.