Raden Adjeng Kartini (1879-1904) dan Cut Nyak Dhien (1848-1908) adalah perempuan Indonesia berpengaruh yang memperjuangkan isu-isu yang bermakna di Indonesia. Kartini, lahir dari keluarga bangsawan asal Jawa, menjadi pembela terkemuka untuk hak dan edukasi perempuan, mengatasi limitasi sosial dengan mengedukasikan diri melalui buku dan korespondensi. Di sisi lainnya, Cut Nyak Dhien, pemimpin pada masa perang Aceh, mempertahankan resistensi gerilya melawan Belanda selama 25 tahun setelah kematian suaminya, Teuku Umar, menunjukan komitmen teguh pada rakyatnya.
Kedua perempuan dirayakan atas kontribusinya, yaitu Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan dan Dhien dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia.